Sangat Populer, Inilah Asal-usul Donat

TEMPO.CO, Jakarta - Donat merupakan makanan yang umum dijadikan teman bersantai saat bersama keluarga, teman, kerabat, atau bahkan ketika sendirian. Donat yang ditemui saat ini umumnya berbentuk bulat dengan lubang di tengah dengan aneka rasa dan topping. Namun, dari mana asal usul donat?

Melansir The Spruce Eats di situs thespruceeats.com, sejak pertengahan abad ke19 donat sudah ada di Belanda. Mereka disebut sebagai olykoes atau kue minyak. Ketika itu donat belum berlubang di tengahnya.

Wujudnya berupa bola-bola kue yang digoreng dengan lemak babi sampai berwarna cokelat keemasan. Donat di zaman itu memiliki isian, mulai dari buah, kacang, dan isian lain yang tak perlu dimasak.

Baru pada 1847 seorang Kapten Kapal Amerika membuat lubang di tengah adonan olykoeks, supaya tak perlu membuat isian.

Sejauh ini, asal usul nama donat masih jadi perdebatan. Beberapa pihak mengatakan nama donat mengacu pada kacang yang ditempatkan di dalam bola adonan untuk mencegah bagian tengah yang belum matang, sedangkan yang lain mengklaim nama donat mengacu pada simpul adonan yang merupakan bentuk populer lainnya untuk olykoeks.

Catatan tertulis pertama dari kata "donat" ada dalam publikasi tahun 1809 oleh Washington Irving, A History of New York. Pada awal 1900-an, banyak yang menyingkat kata menjadi "donut." Saat ini, "doughnut" dan "donut" digunakan secara bergantian dalam bahasa Inggris.

Keberadaan donat dalam industri makanan di Indonesia bermula pada 1968 oleh stan American Donut di Djakarta Fair (sekarang Pekan Raya Jakarta), perintis donat yang digoreng menggunakan mesin otomatis. Sejak itu, American Donut memiliki tradisi tahunan membuka stan di Pekan Raya Jakarta sampai sekarang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama